In The News

Muna Siap Go OpenSource

by Arman Satari

Raha (25/05) – Mendung Tebal tampak menggantung di langit Raha pagi itu Sabtu, 24 Mei 2008. Tampaknya kota Raha akan diguyur hujan lagi seperti hari sebelumnya. Benar saja, hujan yang cukup lebat seakan menjadi harmoni alam saat panitia Roadshow Linux untuk pendidikan mulai memandu pembukaan acara.

Acara yang bertajuk “Seminar nasional, Free/Opensource (Linux) untuk pendidikan” yang merupakan rangkaian dari Roadshow Linux untuk pendidikan ini dibagi dalam 3 kelompok. Setiap kelompok yang berlangsung sekitar dua setengah jam rata-rata terisi 100 peserta. Seminar ini sendiri berlangusung dari jam 08.00 hingga berakhir 17.30.

Pada bagian pertama, pembukaan seminar oleh Pemda tk. II Muna yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, Bapak Laode Kilo, berhubung Bupati sedang berada di Jakarta.  Setelah itu, paparan singkat tentang kondisi IT di Sultra dan khususnya di Kabupaten Muna oleh Ketua Jurusan Pengembangan Peranti Lunak Fak. Elektro Universitas Haluoleo Kendari, Ibu Hasmina Tari Wokui dan aktivis opensource Kendari, Natalis Ransi. Setelah itu dilanjutkan dengan materi inti yaitu pengenalan opensource, manfaat serta pelaksanaannya oleh Arman Satari, aktivis linux dari Makassar yang juga Ketua KPLI-Makassar (LUGU). Setelah materi pertama selesai, dibuka sesi tanya jawab dan istirahat. Materi kedua tentang aplikasi yang bermanfaat untuk pendidikan dipaparkan setelah sesi tanya-jawab dan istirahat.

Dalam pembukaannya, Pemda berharap mendapatkan input dari masyarakat untuk memajukan IT di Muna sebagai bagian dari perencanaan pembangunan. Muna Go Opensource adalah satu hal yang sangat mungkin dilakukan dan ini merupakan salah saatu keunggulan kabupaten Muna di waktu mendatang.

Warga kota Raha sebagai ibukota Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, masih sangat asing dengan istilah Linux, opensource sebagai alternatif perangkat lunak yang bebas. Rasa ingin tahu yang besar ini mendorong mereka yang mayoritas dari kalangan guru dan jajaran dinas pendidikan untuk hadir dan menambah wawasan mereka. Setiap sesi tanya jawab ada saja peserta yang berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Mereka memuji panitia atas inisiatifnya sehingga wawasan mereka berkembang dan pola pikir mereka lebih terbuka.

Peserta juga mengharapkan dilakukannya workshop secepatnya agar mereka dapat merasakan langsung menggunakan oepnsource.

Ada hal yang menarik dari pelaksanaan kegiatan ini. Panitia melakukan roadshow langsung ke sekolah-sekolah memperkenalkan aplikasi-aplikasi opensource beberapa hari sebelum seminar. Hal ini ternyata efektif untuk membangkitkan animo peserta yang mayoritas guru. Yang lain adalah, sebagian besar panitia ada wanita dan baru berkenalan untuk melaksanakan acara ini. Bukan kumpulan orang-orang dekat atau sanak saudara seperti kata Iwan Fals. :D .

Sumber : http://roadshow.ypli.org

 

Lokakarya Pemasyarakatan Open Source Software di Sulawesi Tenggara

by: IDB Unhalu

Departemen Riset dan Teknologi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Haluoleo bersama Pokja Akademik PMU “The Development and Upgrading of Haluoleo University Project” melaksanakan Lokakarya dan Seminar Pemasyarakatan Open Source Software di Sulawesi Tenggara, pada tanggal 24-25 April 2007. Kegiatan yang diharapkan menjadi titik tolak perkembangan teknologi informasi di Universitas Haluoleo khususnya dan Sulawesi Tenggara secara umum ini didukung sepenuhnya oleh Loan IDB IND-105 and IND-106.

Hadir sebagai panelis di hari pertama yaitu, Bapak Rektor Universitas Haluoleo Prof. Ir. H. Mahmud Hamundu, M.Sc sekaligus membuka acara, membawakan materi “Infrastruktur Teknologi Informasi di Perguruan Tinggi”.Kedua: Bapak AKBP Basuki S.H, M.Hum (Kabid BinKum Polda Sultra), membawakan tema Implementasi Undang-Undang No. 19 tahun 2002 Tentang Hak Cipta dalam Dunia Teknologi Informasi di Sultra”. dan Ketiga :Bapak Drs. Samsudin Baso, M.Si. membawakan materi Kebijakan Pemerintah dalam Visi Teknologi Informasi di Sultra”.

Pelaksanaan hari kedua, panitia berhasil mendatangkan seorang Pakar Internasional Teknologi Informasi bapak Dr. Onno W. Purbo, yang membawakan tema “Trendi Penggunaan Opens Source Software di dunia Pendidikan dan Pemerintahan”. Dalam pertunjukannya, Pak Onno menampilkan berbagai teknolgi Open Source, diantaranya teknologi VOIP, 4G, penggunaan Linux, dan lain sebagainya. Yang membuat semua yang hadir di gedung Auditorium tersebut terpukau.

Dan tidak lupa Field Representative IDB Indonesia yang diwakili oleh Ir. jaya Martha, MM menyampaikan tema materi “Peranan IDB Loan dalam Pengembangan Budaya Teknologi Informasi di Universitas Haluoleo”.

Sumber: http://www.idbunhalu.info


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.